Pada kelas komal minggu berikutnya, kami belajar mengenai jenis-jenis kebudayaan yang meliputi: Power Distances, Masculine and feminine, High & Low ambiguity tolerance, High & Low context, dan Idividualist & collectivist. Kami belajar mengenai jenis-jenis budaya ini melalui sebuah drama. Nah, setiap kelompok mendapatkan satu topik untuk dijadikan tema drama yang akan dibuat, dan kelompok saya mendapatkan topik High & Low context. Awalnya saya merasa pusing dan bingung bagaimana caranya untuk mengungkapkan budaya ini melalui drama. Namun pada akhirnya, saya belajar untuk mengenal jenis budaya High & Low context ini dan melakukan latihan drama bersama kelompok saya. Drama ini benar-benar membuat saya lebih paham mengenai kebudayaan high-low context. Tapi tidak hanya budaya itu saja, saya juga jadi lebih mengerti tentang kebudayaan-kebudayaan yang lain dengan menyaksikan penampilan drama yang dilakukan oleh teman-teman kelompok yang lain. Drama-drama yang dimainkan oleh teman-teman di kelompok lain juga menghibur menurut saya. Ada yang lucu, ada yang ceritanya menarik, dll. Di sini saya jadi mengerti bahwa kebudayaan dan gaya komunikasi masing-masing orang itu berbeda-beda. Memang mungkin, pembelajaran dengan melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini, learning by doing, akan menjadi lebih mudah mengertinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar