Sabtu, 08 Oktober 2011

Berani Bicara di Depan Umum

Sejauh ini, yang saya dapatakan dari pelajaran komunikasi interpersonal adalah pengetahuan tentang tata cara ber- komunikasi secara interpersonal dengan baik. Pengetahuan itu nantinya akan sangat berguna ketika mahasiswa membangun relasi dengan orang lain yang baru dikenal maupun yang sudah saling kenal. Namun menurut saya, tidak hanya itu saja. Mahasiswa juga diajar untuk dapat berkomunikasi di depan umum lewat presentasi dan tanya jawab. Seperti yang dilakukan kemarin selasa, mahasiswa diminta untuk melakukan presentasi di depan kelas untuk membahas proposal kegiatan service learning. Memang ada dijumpai mahasiswa yang sudah lancar dan fasih ketika berbicara di depan umum, namun juga dapat ditemui mahasiswa yang masih belum terbiasa untuk berbicara di depan umum seperti itu. Saya pun masih belum dapat berbicara di depan umum dengan begitu baik. Kadang masih ada rasa gugup dan bingung. Namun saya mau belajar agar dapat berbicara di depan umum dengan baik dan lancar. Kegiatan seperti ini dapat melatih dan meningkatkan skill berbicara mahasiswa dan juga membentuk mahasiswa agar berani berbicara di depan umum. Berani tampil dan berbicara di depan umum itu akan sangat penting dan berguna ketika mahasiswa sudah lulus dan berada di dunia kerja, apalagi ketika mahasiswa menjadi atasan dalam pekerjaannya. Orang yang mampu memimpin, harus mampu berkomunikasi di depan banyak orang, maupun berkomunikasi secara interpersonal.

Speak UP!

Pada pertemuan komal yang lalu, kelas C mengadakan presentasi yang dilakukan oleh semua kelompok. Kelompok kami membahas tentang tiga materi yang salah satunya adalah assertiveness. Assertiveness itu dapat dikatakan sebagai suatu tingkatan/derajat/kadar kemauan seseorang dalam mengungkapkan suatu hal. Assertiveness ini dibagi menjadi tiga, yaitu assertive, non-assertive, dan aggresive. Aggresive itu merupakan tipe orang yang mengungkapkan pendapatnya dan orang lain mau tidak mau harus setuju dan suka dengan yang ia
kemukakan, tanpa memikirkan perasaan orang lain. Sebaliknya, non-assertive itu merupakan tipe orang yang memiliki suatu opini dan pendapat, namun ia tak mau mengemukakannya. Yang ketiga dan yang paling harus ditiru adalah sifat assertive. Assertive itu berarti kita mengungkapkan pendapat kita, tapi kita tidak memaksakan orang lain untuk setuju, malah kita menanyakan orang tersebut apabila ia memiliki pendapat yang lebih baik/tidak. Setelah saya pelajari dan pahami lebih dalam tentang assertiveness, saya jadi mengerti dan paham bahwa saya harus memiliki sifat assertive. Jika dalam suatu forum atau kelompok diskusi, jujur saya tipe orang yang cenderung memiliki sifat non-assertive. Saya memiliki banyak sekali pemikiran dan ide, namun saya malas untuk mengungkapkannya, karena saya pikir biarlah orang lain yang memiliki pemikiran sama yang mengungkapkannya. Apalagi apabila saya mengungkapkan pemikiran saya, ada kemungkinan orang lain tidak senang dengan apa yang saya ungkapkan. Namun ketika saya mempelajari tentang assertiveness ini, saya pun menjadi semakin sadar bahwa, saya harus memiliki sifat assertive, berani mengungkapkan apa yang saya pikirkan, namun juga mau mendengarkan pemikiran orang lain.