Pada pertemuan komal yang lalu, kelas C mengadakan presentasi yang dilakukan oleh semua kelompok. Kelompok kami membahas tentang tiga materi yang salah satunya adalah assertiveness. Assertiveness itu dapat dikatakan sebagai suatu tingkatan/derajat/kadar kemauan seseorang dalam mengungkapkan suatu hal. Assertiveness ini dibagi menjadi tiga, yaitu assertive, non-assertive, dan aggresive. Aggresive itu merupakan tipe orang yang mengungkapkan pendapatnya dan orang lain mau tidak mau harus setuju dan suka dengan yang ia
kemukakan, tanpa memikirkan perasaan orang lain. Sebaliknya, non-assertive itu merupakan tipe orang yang memiliki suatu opini dan pendapat, namun ia tak mau mengemukakannya. Yang ketiga dan yang paling harus ditiru adalah sifat assertive. Assertive itu berarti kita mengungkapkan pendapat kita, tapi kita tidak memaksakan orang lain untuk setuju, malah kita menanyakan orang tersebut apabila ia memiliki pendapat yang lebih baik/tidak. Setelah saya pelajari dan pahami lebih dalam tentang assertiveness, saya jadi mengerti dan paham bahwa saya harus memiliki sifat assertive. Jika dalam suatu forum atau kelompok diskusi, jujur saya tipe orang yang cenderung memiliki sifat non-assertive. Saya memiliki banyak sekali pemikiran dan ide, namun saya malas untuk mengungkapkannya, karena saya pikir biarlah orang lain yang memiliki pemikiran sama yang mengungkapkannya. Apalagi apabila saya mengungkapkan pemikiran saya, ada kemungkinan orang lain tidak senang dengan apa yang saya ungkapkan. Namun ketika saya mempelajari tentang assertiveness ini, saya pun menjadi semakin sadar bahwa, saya harus memiliki sifat assertive, berani mengungkapkan apa yang saya pikirkan, namun juga mau mendengarkan pemikiran orang lain.

good job hans. anda menangkap inti pelajaran ini dengan baik. dilatih ya. saya yakin anda akan mampu deh :-)
BalasHapusiya bu, makasih :)
BalasHapus